DOMESTIKASI TUMBUHAN BEMBAN

DOMESTIKASI TUMBUHAN BEMBAN: Strategi Keberlanjutan Bahan Baku dan Pemberdayaan Pengrajin Lokal

Cover Depan Small

Selama ini, tumbuhan bemban (Donax canniformis) kerap terabaikan dan hanya dipandang sebagai flora liar yang tumbuh merumpun di pesisir, rawa, dan tepian sungai. Padahal, di balik perawakannya yang bersahaja, spesies ini memendam potensi strategis sebagai material primadona untuk industri kerajinan anyaman tradisional, sekaligus berperan vital sebagai benteng penjaga keseimbangan ekologi. Sayangnya, tingginya permintaan pasar yang hanya mengandalkan eksploitasi dari alam liar kini mulai mengancam keberlanjutan eksistensinya.

Sebagai sebuah literatur akademik yang komprehensif, buku ini hadir untuk memberikan jalan keluar melalui pendekatan saintifik domestikasi. Tim penulis membedah secara sistematis karakteristik bemban mulai dari anatomi botani, teknik perbanyakan bibit secara vegetatif dan generatif, manajemen pemeliharaan di lahan budidaya, hingga strategi pascapanen yang berstandar mutu. Transformasi bemban dari belantara liar menuju lahan budidaya yang terkelola menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas rantai pasok industri kreatif nasional.

Narasi keilmuan di dalam karya ini semakin diperkaya dengan bukti implementasi nyata melalui kajian riset terapan pada sentra kerajinan anyaman "Bilidroe" di Desa Lampanah Tunong, Aceh Besar. Melalui sinergi antara keilmuan akademis dan kearifan lokal, domestikasi bemban terbukti mampu meretas jalan menuju kemandirian ekonomi pedesaan. Buku referensi ini merupakan bacaan esensial bagi para akademisi, peneliti, praktisi industri kreatif, serta pemangku kebijakan yang memiliki visi untuk mengelola kekayaan sumber daya lokal menjadi produk unggulan yang berdaya saing, tanpa harus mengorbankan kelestarian alam.

Penulis : Muhammad Yasar, Noratun Juliaviani, Siti Hafsah, Diswandi Nurba

ISBN : Proses

Cetakan pertama : Oktober 2026

Penerbit : LKPPL

Link E-Book

PENULIS

3

Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc merupakan Dosen Tetap Departemen Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Pria kelahiran Krueng Batee, Kluet Utara, Aceh Selatan, 19 Oktober 1979 ini aktif di dunia literasi  sejak   menjadi akademisi  pada tahun 2005.  Selain menulis jurnal ilmiah,   terdapat pula buku dan esai baik di media cetak maupun online. Diantara buku yang berhasil diterbitkan adalah Lahan, Air dan Energi (2017), Agrotechnopreneurship, Kewirausahaan di Bidang Keteknikan Pertanian (2020), Budidaya Bawang Merah (2023), Tata Kelola Daerah Aliran Sungai (2023),   dan Teknologi Tepat Guna untuk Pertanian (2024).  Selain itu terdapat beberapa  buku yang berhasil disunting dan  turut menjadi kontributor didalamnya seperti: Prosiding Pembangunan Pertanian Berbasis LEISA (Low External Input Sustainable Agriculture) (2017), Prosiding Pembangunan Berbasis Kearifan Lokal (Local Wisdom) (2018), Asterisma Nanggroe,  Pikiran dan Gagasan Intelektual Muda Islam Aceh (2022), dan  Adaptasi dan Mitigasi Bencana dalam Perspektif Sipil dan Pertanian (2023). Tulisan esai yang berisi gagasan dan pemikiran pembangunan pertanian diantaranya: Modernisasi Pertanian Aceh (2017), Pilkada dan Nasib Petani (2017), Lahan Abadi Kado Hari Tani (2021), Lahan untuk Sarjana Pertanian (2022), Menuju Pertanian Tangguh Bencana (2023), Impor Beras vs Panen Raya (2024), dan Menanti Pemimpin Protani (2024). Selain aktif menulis juga sering diundang sebagai instruktur dan narasumber di beberapa kegiatan pelatihan, workshop, FGD dan seminar yang berkaitan dengan kepemudaan, kewirausahaan, motivasi, pendidikan, pembangunan, pertanian, dan lingkungan.   Secara organisatoris pernah menjadi Ketua Badan Perwakilan KNPI Malaysia (2015-2016). Saat ini  sedang menjabat sebagai Ketua MPW Pemuda ICMI Aceh,  Ketua Umum Palosta, dan Ketua LKPPL, serta turut serta memperkuat kepengurusan HKTI dan PISPI Aceh sebagai Ketua Bidang. Dalam karir profesi pernah menjabat sebagai Anggota Panwaslu LN Kuala Lumpur (2014), Direktur Politeknik Aceh Selatan (2018-2021) dan Plt. Wakil Dekan Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (2023).

****

2

Noratun Juliaviani, S.P., M.Si dilahirkan di Desa Lampanah Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh, Tanggal 09 Juni 1989. Penulis menyelesaikan program Pendidikan S1 pada Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala pada tahun 2012. Pada tahun 2013 penulis melanjutkan pedidikan S2 pada Program studi Ilmu Ekonomi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) dan selesai p  ada tahun 2016. Penulis pernah menjadi dosen (2017-2021) Pada Fakultas ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN AR RANIRY. Saat ini penulis merupakan dosen pada pada Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Penulis dapat dihubungi di alamat email: noratunjuliaviani@usk.ac.id.

****

1

Prof. Dr. Siti Hafsah, S.P., M.Si  merupakan Ketua Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Ia dilahirkan di Alur Gading pada tanggal 12 Agustus 1970. Secara formal menempuh pendidikan S1 di Universitas Syiah Kuala (1989-1994), sedangkan S2 dan S3 ditempuh di Institut Pertanian Bogor (1997-2000, 2002-2007). Diantara buku yang dihasilkan adalah: Pengelolaan Gulma (2011), Kimia Dasar (2013), Pengelolaan Gulma revisi (2015), Genetika Tanaman Lanjutan (2015), dan Pemuliaan Tanaman Bercekaman (2015). Selain aktif dalam mengajar dalam mata kuliah Dasar-dasar Perlindungan Tanaman, Genetika, Pemuliaan Tanaman, Pelestarian Sumber daya Hayati, Rancangan Percobaan, dan Biokimia, ia juga sangat produktif dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

****

ZZ DEDDY_001

Dr. Ir. Diswandi Nurba, S.TP., M.Si., IPU. merupakan akademisi dan peneliti di Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala (USK) sejak tahun 2014. Pria kelahiran April 1982 ini meraih gelar Sarjana (S1) Teknik Pertanian dari USK pada tahun 2005. Pendidikan Magister (S2) dan Doktor (S3) pada bidang Ilmu Keteknikan Pertanian diselesaikannya di Institut Pertanian Bogor (IPB) masing-masing pada tahun 2008 dan 2025. Ia juga menyelesaikan Program Profesi Insinyur di Institut Teknologi Indonesia (2024) dan memperoleh sertifikasi Insinyur Profesional Utama (IPU) dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII).  Dalam perjalanan karirnya, ia mulai mengabdi sebagai dosen tetap sejak November 2005 di STIP Teungku Dirundeng Meulaboh. Saat institusi tersebut beralih status menjadi Universitas Teuku Umar (UTU) pada tahun 2009, ia terus melanjutkan pengabdiannya hingga 2015. Di kampus ini, ia dipercaya menjabat Ketua Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian (2009–2010), Ketua Program Studi Agribisnis (2010–2011), hingga Dekan Fakultas Pertanian (2011–2015). Ia juga tergabung dalam tim panitia penegerian yang turut mengawal transformasi UTU hingga ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pada 1 April 2014.  Kepakaran utamanya berfokus pada rekayasa energi pertanian, desain sistem pengeringan, serta penyimpanan dan pengolahan hasil pertanian. Sebagai peneliti, ia banyak terlibat dalam proyek desain optimasi deep-bed dryer, In-Store Dryer, dan rekayasa sistem termal berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD). Dedikasi profesionalnya juga ditunjukkan melalui keaktifannya di Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA), International Association of Engineers (IAENG), dan International Society for Development and Sustainability (ISDS).  Di ranah literasi, ia telah menerbitkan buku Material Konversi Energi (2025, 2026) serta Spektroskopi Near Infrared (NIR) untuk Pemantauan Kualitas Palm Oil Mill Effluent (POME) (2026). Ia juga mengkaji pemanfaatan produk lokal seperti keumamah dan janeng. Melalui semangat "Berkarya, Berbakti, Berinovasi", ia terus berkontribusi pada pengembangan teknologi energi berkelanjutan.

****